You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Nagari Pauh Sangik
Logo Nagari Pauh Sangik
Nagari Pauh Sangik

Kec. Akabiluru, Kab. Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat

NAGARI PAUAH SANGIK - KEC.AKABILURU - KAB.LIMA PULUH KOTA - PROV.SUMATERA BARAT

MAMUNTIANG DITANAH TASIRAH ATAU GODANG DI PAKUBURAN SUKU JAMBAK

Nagari Pauh Sangik 27 Juni 2023 Dibaca 246 Kali
MAMUNTIANG DITANAH TASIRAH ATAU GODANG DI PAKUBURAN SUKU JAMBAK

Nagari atau kanagarian merupakan suatu wilayah kesatuan adat yang ada di wilayah Sumatera Barat.

Pauh Sangik  sebagai salah satu nagari yang terdapat di Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat, memiliki 2 jorong yakni  Ambacang Kunyik dan Pauh Sangik.  Sebagaimana layaknya nagari di minangkabau tak terkecuali Pauh Sangik terdiri dari suku- suku , kampuang dan kaum- kaum, masing- masing kaum di pimpin oleh mamak kepala kaum yang bergelar Datuak (andiko), masing- masing Kampuang yang terdiri dari beberapa kaum (beberapa pangulu andiko) dipimpin oleh seorang pangulu  kampuang dan seterusnya pangulu- pangulu kampuang dipimpin oleh seorang Ka Ompek suku selaku pimpinan tertinggi di suku atau di suduik masing-masing.

Di nagari Pauh Sangik terdapat 10 orang Ka Ompek Suku yang dinamokan Datuak Sapuluah Nan Dikato,  yang terdiri dari 4 orang di Ambacang Kunyik, 4 orang di Pauh Sangik dan 2 orang di Bungo Satangkai (di Rao-rao).  Dari sapuluah Ka ompek suku nan ado tersebut  dulunyo dipiliah salah seorang menjadi Pucuak Adat Nagori Pauh Sangik yaitu Datuak Putiah melalui suatu proses adat nagori.

Lazimnya setiap kaum, kampuang dan suku dipimpin oleh seorang pangulu. Pangulu merupakan seorang pemimpin adat yang bertanggung jawab terhadap kaum, kampuang dan masyarakat yang ada dalam sukunya. Kedudukan pangulu sebagaimana digambarkan di dalam adat nan didahulukan selangkah dan ditinggikan seranting oleh anak kemenakannya” artinya seorang pangulu diberi amanah, kepercayaan oleh kaum untuk memimpinnya, sehingga posisi pangulu selalu berada dilingkungan, disekitar, bersamaan atau sedikit berada di depan atau di atas anak kemenakannya. Sehingga bila terjadi masalah mudah berkoordinasi, murah berkomunikasi karena tidak terlalu jarak antara pemimpin dengan yang dipimpin. Disisi lain posisi pangulu dihadapan/ ditengah anak kemenakan atau kaumnya diberikan penghargaan sesuai kedudukannya masing- masing.

Peran Pangulu sangat penting dalam mengambil keputusan-keputusan dan dalam menyelesaikan masalah yang terjadi di kaum, kampuang dan suku yang dipimpinnya. Sehingga bila terjadi kondisi atau keadaan yang tidak memungkinkan lagi seorang pangulu melaksanakan tugas dan kewajibannya, maka segera dilaksanakan alih generasi atau pergantian kepemimpinan pangulu yang sering dikenal dengan istilah " kok bukik lah taraso tinggi, lurah lah taraso dalam, atau pangulu meninggal dunia, maka dilakukan pengangkatan pangulu baru untuk menggantikan kepemimpinannya.

 

"Foto mamuntiang di Tanah Tasirah atau Atau Godang di Pakuburan"

Kemaren pada hari Senin tanggal 26 Juni 2023, setelah diawali musyawarah dan kesepakatan kaum, kok bulek lah dapek digolongkan, kok picak lah buliah dilayangkan, ndak ado lai rantiang nan badotak, murai nan bakicau, lah cukuik samparono kasadonyo,  telah dilaksanakan pengukuhan atau pengangkatan gelar soko dengan cara " mamuntiang ditanah tasirah atau biaso juo disobuik godang di pakuburan yaitu kaum Dt. Marajo Nan Elok suku Jambak Ambacang Kunyik yakni dari Bapak HASMI yang meningggal dunia dalam keadaan memangku gelar (pangulu) yang akan di serahkan kepada kemenakanya Saudara GUSMAN,   yang dilakukan oleh Ka ompek sukunya Dt Panduko Sati yang dipimpin oleh Pucuak Adat Nagori Pauh Sangik, di saksikan beberapa Ka ompek suku serta Ketua KAN Nagari Pauh Sangik  Dt Rajo Suaro yang juga Ka ompek Suku Payobadar Rao-rao beserta Wali Nagori Pauh Sangik dan segenap pengurus KAN Nagari Pauh Sangik.

" Prosesi pamuntiangan dilakukan setelah makam tertimbun  lebih kurang 80 %, kegiatan dihentikan sejenak, setelah prosesi selesai, penimbunan makam dilanjutkan sampai selesai ".

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image